Bukan sebuah hal yang terlampau filosofi ketika segala sesuatu harus dikembalikan kepada awal ketika ditengah perjalanan mengalami kondisi yang tidak diharapkan atau sebaliknya.
Bingung, ragu-ragu hal dilematis ataupun yang membahagiakan sekalipun dapat menjadi titik awal deviasi atau penyimpangan jalur keajegan kita dalam melangkah.
Kemudian yang kita hadapi adalah ketidak tahuan kemana selanjutnya, memang jika kita ikuti aliran hidup segala sesuatunya pastilah mengalir tetapi kita tetap butuh pattern yang jelas sebagai identitas.
jika keadaan seperti ini terjadi maka satu satunya jalan adalah mengingat dan kembali kepada awal, sebagai flashback dan mirroring, maka kita akan melihat dengan jelas jauh perjalanan yang kita tempuh selama ini.
Tidaklah idealis jika kita berfikir sebuah keajegan, namun juga perlu diingat bahwasannya manusia dikenal karena keunikannya
Maka apapun yang terjagi ditengah tengah perjalanan sebagai kontrolnya adalah kembali ke awal
agar kita tahu yang akhir
Tuesday, July 14, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)



