Berprasangka memang tidak dapat dipisahkan dari manusia, tetapi sebagai makhluk yang bisa berfikir tentunya, meminimalis atau seyogyanya menempatkannya dengan baik adalah sebuah keharusan. Kalo prasangka kepada orang lain sih nggak usah ditanya, tapi prasangka ama diri sendiri nah itu baru harus ditanya, kenapa? Saya pikir harusnya tidak ada rahasia antara hati dan otak dan daerah gelap istilahnya satu areal yang tidak bisa diketahui satu sama lain dalam hal ini antara hati dan otak karena pada hakikatnya prasangka muncul disebabkan ketidak tahuan pada sebuah kondisi dan menyebabkan kecemasan atau semacamnya, lantas naik pada sebuah presepsi yang mungkin tidak mengenakkan he2..he2.. (ya..coba2..nyimpulin). Lantas kenyataannya? yup benar terjadi lo, prasangka kepada diri sendiri. Pendekatannya berarti kita sendiri belum tahu siapa kita sendiri sebenarnya, luasnya meliputi psikologis, kognitif dan macem2 lah. Lalu apa jadinya jika kita sendiri tidak tahu siapa sebenarnya.ha..ha..ha..
Yang lebih ajaib lagi berprasangka kepada Tuhan,.....
Mungkin ato nggak jawabannya seratus persen ya, why?....seringkali kita mengeluh karena doa yang sudah dipesan tak kunjung tiba seperti sebuah surat dari pos, dan kemudian menyalahkan diri sendiri merembet pada yang empunya kita sendiri lama-lama.
Tuhan beginilah, Tuhan begitulah, Tuhan yang inilah, Tuhan yang itulah......yang nggak adil dan sebagainya.....nah lo.....
Padahal kalo mau jujur sebelum berdoapun Tuhan sudah memberikannya. Kekuatan dan kemampuan untuk berdoa itupun sudah merupakan pemberian yang ruuuuar biasaaa, kekuatan berfikir dan merespon apa-apa yang diinginkan, dibutuhkan itu juga ruuuar biasaaa,
Sebenarnya jelas toh keburaman kita pada diri kita sendiri yang menyebabkan negatif thingking itu terjadi, la apa lagi ama Tuhan???
Saturday, November 21, 2009
Tuesday, July 14, 2009
semua kembali keawal
Bukan sebuah hal yang terlampau filosofi ketika segala sesuatu harus dikembalikan kepada awal ketika ditengah perjalanan mengalami kondisi yang tidak diharapkan atau sebaliknya.
Bingung, ragu-ragu hal dilematis ataupun yang membahagiakan sekalipun dapat menjadi titik awal deviasi atau penyimpangan jalur keajegan kita dalam melangkah.
Kemudian yang kita hadapi adalah ketidak tahuan kemana selanjutnya, memang jika kita ikuti aliran hidup segala sesuatunya pastilah mengalir tetapi kita tetap butuh pattern yang jelas sebagai identitas.
jika keadaan seperti ini terjadi maka satu satunya jalan adalah mengingat dan kembali kepada awal, sebagai flashback dan mirroring, maka kita akan melihat dengan jelas jauh perjalanan yang kita tempuh selama ini.
Tidaklah idealis jika kita berfikir sebuah keajegan, namun juga perlu diingat bahwasannya manusia dikenal karena keunikannya
Maka apapun yang terjagi ditengah tengah perjalanan sebagai kontrolnya adalah kembali ke awal
agar kita tahu yang akhir
Bingung, ragu-ragu hal dilematis ataupun yang membahagiakan sekalipun dapat menjadi titik awal deviasi atau penyimpangan jalur keajegan kita dalam melangkah.
Kemudian yang kita hadapi adalah ketidak tahuan kemana selanjutnya, memang jika kita ikuti aliran hidup segala sesuatunya pastilah mengalir tetapi kita tetap butuh pattern yang jelas sebagai identitas.
jika keadaan seperti ini terjadi maka satu satunya jalan adalah mengingat dan kembali kepada awal, sebagai flashback dan mirroring, maka kita akan melihat dengan jelas jauh perjalanan yang kita tempuh selama ini.
Tidaklah idealis jika kita berfikir sebuah keajegan, namun juga perlu diingat bahwasannya manusia dikenal karena keunikannya
Maka apapun yang terjagi ditengah tengah perjalanan sebagai kontrolnya adalah kembali ke awal
agar kita tahu yang akhir
Monday, May 18, 2009
Bahagia tanpa sebab
Pernahkah anda merasakan Clearly, happy yang tanpa diawali stimulus apapun tiba-tiba saja muncul, berusaha seperti apapun anda mengawalinya tetap saja tanpa alasan. Probabilitasnya adalah keadaan fisik yang fit, kemudian letupan memori alam bawah sadar tiba-tiba muncul saja ataupun perintah dari otak sangatlah halus hingga kogniti kita tak sempat untuk menganalisa. Dan memang segala sesuatu tidaklah harus dianalisa.
Ikuti saja keadaannya, perhatikan benar kondisi saat itu, jika terjadi lagi perhatikan lagi, sampai muncul klik atau kesimpulan secara gampang kapan dan dimana saat-saat itu terjadi, maka anda terlah memiliki modul anda sendiri......, kemungkinan besar bisa kita panggil dan kondisikan saat kita suntuk dan menjadi motivasi yang sangat ampuh.
Kebahagiaan yang bijaksana adalah kondisi dimana alam kesadaran dan bawah sadar memahami betul kondisi anda sesungguhnya dan berada pada kondisi yang amat sangat menakjubkan.
Ikuti saja keadaannya, perhatikan benar kondisi saat itu, jika terjadi lagi perhatikan lagi, sampai muncul klik atau kesimpulan secara gampang kapan dan dimana saat-saat itu terjadi, maka anda terlah memiliki modul anda sendiri......, kemungkinan besar bisa kita panggil dan kondisikan saat kita suntuk dan menjadi motivasi yang sangat ampuh.
Kebahagiaan yang bijaksana adalah kondisi dimana alam kesadaran dan bawah sadar memahami betul kondisi anda sesungguhnya dan berada pada kondisi yang amat sangat menakjubkan.
Wednesday, April 22, 2009
satu hari satu tujuan
pernah nggak berfikir mulai dari bangun tidur sampai mau tidur semua kegiatan kita terangkum dalam satu kata dan tidak lebih dari 3 kata....? mengalir sih boleh mengalir tetapi sungaipun tetap ada satu tujuan yaitu hilir atau laut....., satu hari ini harus tuntas....malam saat kita tidur tidak ada lagi wishfullfillment atau mimpi apalah yang sehari ini tidak tersampaikan, dan esok hari next step 2 atau lain cerita lagi.
Tanpa kita sdari permasalahan tiap hari yang belum terselesaikan terakumulasi secara acak dalam otak kita dan suatu saat jika pundi dalam otak kita full maka ia akan meletup dengan sendirinya entah menjadi sebuah tekanan atau bisa jadi menanjak menjadi stress dan kecemasan tanpa beralasan,
Catat saja dalam kertas kecil kumpulkan tiap hari seperti checklock....., rangkum dalam 1 bulan maka kita akan tahu kemana arah kita dalam satu bulan ini....begitu cara familiar dalam visioning,.....
Tanpa kita sdari permasalahan tiap hari yang belum terselesaikan terakumulasi secara acak dalam otak kita dan suatu saat jika pundi dalam otak kita full maka ia akan meletup dengan sendirinya entah menjadi sebuah tekanan atau bisa jadi menanjak menjadi stress dan kecemasan tanpa beralasan,
Catat saja dalam kertas kecil kumpulkan tiap hari seperti checklock....., rangkum dalam 1 bulan maka kita akan tahu kemana arah kita dalam satu bulan ini....begitu cara familiar dalam visioning,.....
Friday, March 13, 2009
music etnic indonesia adalah mahakarya luar biasa
Coba ketika waktu luang berjalanlah dari sabang sampai merauke sempatkan mendengarkan musik tiap daerahnya, berbeda desa saja, accent musiknya sudah berbeda, dan seharusnya kita sadar betul bahwa kita menempati ruangan yang penuh dengan maha karya dan tidak akan pernah habis untuk dikulik,
Ironisnya justru hanya menjadi musik dan budaya lokal saja, contoh saja musik blues itukan etnik amrik juga toh, lantas kenapa bisa mendunia....? jawabannya hanya satu attensi kita terhadap musik kita sendiri kurang, ya ada sih cuman satu dua orang saja, sepintas saya harus acungi jempol karimata, krakatau dan erwin gutawa, dia mampu membalut nuansa etnik menjadi komposisi luar biasa, nuansa ketimurannya amat sangat kental tetapi komposisinya elegant....ya cuma orang-orang itu saja sih,......maksud saya band2 yang sekarang ini yang lagi punya taring dinegeri sendiri harusnya bisa turut berjuang juga tentang masalah ini, dan kemudian muncul kangen band yang bernuansa melayu identik dengan kita, orang2 terutama seprofesi malah sewot........, tapi kemudian ketika pendengar merasa lebih familiar dan bintang jatuh pada group tersebut sekarang justru mewabah melayu,.....bukan itu sih...kesadaran awal yang muncul untuk mengetengahkan pada dunia tentang musik kita ini yang menjadi masalah.
Pernah dengar Gong 2ooo, bara timur...wuih rock yang asik seperti the final countdown euroupe.nah itu maksud saya, insert-insert instrument kita, pattern, kalo perlu syairnya sekalian bisa kita ramu.
Sesudah ini tinggal kita saja pelaku musik yang harus sadar bahwa negara kita adalah bahan yang tidak akan pernah habis untuk menjadi main inspirations, tidak hanya duit dan duit he...he..he...
Ironisnya justru hanya menjadi musik dan budaya lokal saja, contoh saja musik blues itukan etnik amrik juga toh, lantas kenapa bisa mendunia....? jawabannya hanya satu attensi kita terhadap musik kita sendiri kurang, ya ada sih cuman satu dua orang saja, sepintas saya harus acungi jempol karimata, krakatau dan erwin gutawa, dia mampu membalut nuansa etnik menjadi komposisi luar biasa, nuansa ketimurannya amat sangat kental tetapi komposisinya elegant....ya cuma orang-orang itu saja sih,......maksud saya band2 yang sekarang ini yang lagi punya taring dinegeri sendiri harusnya bisa turut berjuang juga tentang masalah ini, dan kemudian muncul kangen band yang bernuansa melayu identik dengan kita, orang2 terutama seprofesi malah sewot........, tapi kemudian ketika pendengar merasa lebih familiar dan bintang jatuh pada group tersebut sekarang justru mewabah melayu,.....bukan itu sih...kesadaran awal yang muncul untuk mengetengahkan pada dunia tentang musik kita ini yang menjadi masalah.
Pernah dengar Gong 2ooo, bara timur...wuih rock yang asik seperti the final countdown euroupe.nah itu maksud saya, insert-insert instrument kita, pattern, kalo perlu syairnya sekalian bisa kita ramu.
Sesudah ini tinggal kita saja pelaku musik yang harus sadar bahwa negara kita adalah bahan yang tidak akan pernah habis untuk menjadi main inspirations, tidak hanya duit dan duit he...he..he...
Subscribe to:
Posts (Atom)



