Saturday, February 28, 2009

kok sama semua ya....


Lihat kanan kiri, mulai dari model baju, daily act, postur tubuh, sampe prinsip hidup anak-anak muda sekarang sama semua, kecuali tarzan, superman, gatot kaca aja yang beda,
Yang jelas semakin sma semakin nggak ada koreksi yang ada malah persaingan semakin ketat karena sesamaan itu sendiri, justru kalo beda malah dikira jaman batu, padahal perbedaan itu indah bukan..?
Aneh...Hidup cuman sekali itupun sama dengan orang lain, enggak banget deh.....!!!!

Easy come easy go..............

Sepintas lalu memang kelihatan enak, segala sesuatu berjalan mulus, lancar pokoknya idel deh...
quicky, instant atau apalagi padanan katanya, yang jelas ada sebuah rahasia yang terselip dibalik easy itu sendiri,
Semakin mudah mendapatkan sesuatu justru penghargaan kita terhadap sesuatu itu berkurang, exam..mudah mendapatkan uang maka semakin cepat kita menghabiskannya, karena frame yang tertanam adalah M U D A H..!!!,percaya kata si mbok deh nasi pecel lebih enak ketimbang mekdi....he..he...,

Friday, February 27, 2009

Art and Art.......

Seni......., begitu banyak pemaknaan tentang seni apapun itu definisinya adalah benar bahkan yang salah sekalipun pokoke buebas selama, eits.......cukup hanya sebuah pemaknaan, bukan mengarah pada terapan..itu lain lagi. lain orang lain hidungnya he..he..he..

Ketika bicara kapan seni itu muncul, maka saat pertama kali penciptaan semestapun seni sudah muncul. Tuhan menciptakan semesta dengan seniNya (absolut untukNya), ketika gerak pertama kali maka itu adalah seni, ya...seni adalah gerak, kemudian dimaksudkan gerak adalah hidup, ya..seni adalah hidup, dan begitu seterusnya dari mana kita memaknainya.

Kesempurnaan seni terletak pada proses pemaknaan itu sendiri, kesadaran, emosional, bahkan sampai proses berfikir yang paling construct sekalipun, jadi seni juga menjadi eksistensi kita sendiri.

Begitulah keluasan pencandraan tentang seni

Ketika kita melihat segala sesuatu secara seksama itulah seni
Ketika kita mendengar segala sesuatu secara utuh itulah seni
Ketika kita merasakan segala sesuatu secara mendalam itulah seni

Dari itulah agama, filsafat, sosial dan semua aspek pengetahuan beserta atributnya mengatakan seni sebagai salah satu unsur universal budaya, penghalus etika dan estetika gerak dan hidup.

Seandainya pada setiap geraknya kita menyadari bahwa itulah seni kita hidup alangkah dekatnya kita dengan sebuah kesempurnaan hidup, dan syaraf atau ruang kosong dalam otak kitapun akan meruntutnya demikian sampai hal terkecil sekalipun

Thursday, February 26, 2009

Maafkan Aku........


Ada banyak masa lalu ataupun yang kuhadapi saat ini tengah mendewasakan aku sedikit demi sedikit, mungkin kala itu banyak tertinggal dari sekian banyak serpihan keakuanku, kesombonganku dan ketidak berdayaanku. Aku memohon maaf atas segala yang pernah kulakukan. Tidak mungkin aku lari dari segala sesuatu yang menyakitkan dan tidak aku sukai karena aku hidup sebatas kakiku melangkah dan dunia ini tidaklah seluas alam fikir.
Siapapun yang pernah kusakiti, maafkan aku...maafkan aku, setidaknya karena engkaulah aku belajar untuk menjadi bentuk bijaksana, aku tidak bisa mengganti semuanya dari masa laluku dan aku berjanji kepada kalian kelak, akan kucantumkan pada hatiku, kalianlah sebab musabab aku menjadi diriku dan kesempurnaanku

Seorang aku yang mengendap didalam keluasan....terima kasih atas segalanya, engkau semua masa laluku......

Sastro Adi Wiyono

Monday, February 9, 2009

Kesalahan terbesar tentang ideal

Sebenarnya mengartikan ideal nggak harus muluk-muluk kok, pengertian itu bisa leksikal juga proses memaknai. Ideal bukan berarti berbeda, alternatif tetapi ideal lebih mengarah kepada comfort, dan itupun harus lebih terkonsentrasi menurut siapa ? kita sendiri atau orang lain, itu harus jelas

Idealis...., is sangat complex, subject, rules, value dan masih banyak lagi sudut pandangnya. Ambil jalan tengah saja ideal adalah frame yang comfort untuk kita, bisa menunjukkan keunikan diri kita, sejalan dengan visi misi kita, makna selebihnya tergantung pada anda

Segala sesuatunya tidak ada yang 100% ideal sebab jika dikembalikan kepada kondisi riil, banyak sekali barier, kompetisi kita dengan orang lain, ya seluruh dunia begitu......

Telaah lagi, frame ideal itu kita dapatkan dari imitasi orang lain, atau ideal itu memang frame kita untuk menunjukkan keunikan diri. Yang jelas kedua hal ini berbeda jauh

Jika proses imitasi tentunya keaslian dari diri kita hilang, menjadi seolah...,menjadi orang lain, tetapi jika proses pengendapan dan pemahaman kita sendiri inilah yang akan memunculkan karakter kita sebenarnya.....

Jadi sebelum bicara ideal maka kita harus berbicara proses menemukan bentuk menjadi sesuatu yang ideal bagi kita, dan diterima baik untuk orang lain.......

Prefect

Sunday, February 8, 2009

Tidak bisa mengatakan Tidak....!!!!

Sering kali kita mengalami dilema....kondisi dimana kita harus memilih salah satu dari beberapa pilihan. mengapa demikian....?

KIta tidak punya sekertaris pribadi atau manager yang membantu daily sceduling, begitu banyak janji, komitmen dan segala macamnya harus disimpan dalam otak, lupa itu pasti ....nah saat tiba waktunya yang mungkin bersamaan barulah kita merasakan kebingungan untuk menentukan pilihan karena begitu banyak pembanding, faktor yang memberatkan ini..itu, unfocus , confusing ini disebut dilema, amat sangat tidak mengenakkan dan jika dibiarkan mengendap kadang bisa merubah segala sesuatunya bahkan yang paling mendasar sekalipun, terakumulasi satu persatu, menumpuk dan daaarrrr.....pressure,stress akibatnya.

Sebenarnya awal penyebabnya simple...., belum adanya prioritas, dan yang paling tidak kita sadari adalah.... bahwa kita susah untuk mengatakan tidak pada seseorang, apapun konteksnya, yang mampu mengukur kemampuan kita ya jelas kita sendiri.

Banyak sih faktor dibelakangnya, sungkanlah, nggak enaklah, bla.., bla.., dus.. masalah mengalir kekita.

Sebaiknya straight diawal, tegas diawal, prioritas, harus jelas, jangan berfikir terlalu empati, nah tuh...penyakirt orang baik katanya..he..he..

Coba sekali-kali mengatakan tidak...., toh tidak rugi apa apa kan...., selain itu kita harus mawas, apa itu ? kita ini makhluk yang terbatas dan punya limit.

Oh...yesss...oh...no....oh...yes....oh..oh.... ha..ha...ha...ha...

berhala cinta


Semua yang diciptakan dan ada baik yang fisik, meta, apapun bentuk, entitas, identitas, materi, ruang, waktu dan segala macamya, mutlak disebut Makhluk. Begitu pula cinta.....
Sebelum Tuhan menciptakan segala sesuatunya, Tuhan telah menciptakan cinta, wujudnya cinta kepada DiriNya sendiri..... (kelanjutannya mungkin dilain pembicaraan)

Apapun manusia memaknai cinta, eksistensinya cinta adalah makhluk, tidak abadi.

Kebanyakan kita hanya mengenal cinta sebagai rasa, dan tidak memandang sebagai konsep makhluk yang berdiri sendiri.

Manusia memiliki eksistensi sendiri, begitu pula cinta dipandang dari kesamaan sebagai materi yang diciptakan. Jika mampu memahami secara dalam maka cinta akan membentuk sebuah lantaran, jalan menuju segala sesuatu yang kita inginkan, sampai kepada Tuhan itu sendiri.

Distorsi mengenai cinta hanya sebagai sebuah perasaan ataupun respon dari situasi dan kondisi psikologis tanpa disadari kita telah mengabaikan eksistensinya sebagai makhluk menjadi sebuah pelengkap saja karena manusia diberi rasa. Kemudian timbulah ketergantungan segala sesuatu kepada cinta, permainan perasaan dan berkutat pada itu-itu saja, tak ayal lagi cinta menjadi kiblat, alasan, bahan, bahkan menjadi berhala dalam keseharian.

Fenomenanya sekarang ini segala sesuatu tentang cinta menjadi populis, menjadi bahan yang sangat laris didunia ide dan realitas. bayangkan saja semua broadcast kecanduan judul cinta, ironisnya pemahamannya sempit sekali, semakin hari semakin mendasar, ketergantungan, bahkan menjadi taruhan hidup seperti halnya berhala, dan kemudian Visioning awal kembali kepada pencarian jati diri, kembali kepada Tuhan sudah menjadi barang unik

Sembari proses evaluasi kembali kita telah terdeviasi sangat jauh kearah cinta bukan kembali pada diri kita dan Tuhan,..........

Seharusnya cinta adalah jalan menuju eksistensi jati diri kita, kesempurnaan kemudian kembali kepada Tuhan sedangkan fenomena yang kita alami setiap harinya merupakan alur, jalan, thariq kepada asal


" Cinta adalah perbendaharaan Tuhan yang tersusun rapi dalam rumahNya, cinta adalah mata untuk melihat, memaknai segala sesuatu, Tuhan memberikan ruang kosong dalam hati manusia untuk menempatkan cinta dan dijaga dari segala sesuatunya, Nurani adalah tempatnya seperti sebuah pundi kaca yang sinarnya bukan dari kebendaan tetapi terwujud karena kasih sayang Nya. Cinta tidak memiliki keinginan, pamrih dan segala sesuatunya yang bersifat manusia, karena memang tugas cinta menjaga jalan menuju Tuhan. Maka jika manusia melakukan segala sesuatu, bergerak, menginginkan,bersama cinta dan kemudian mengembalikannya lagi pada diri sendiri kemudian kepada Tuhan, niscaya ia akan mendapatkannya, karena didalam cinta sudah mengandung ridho, kasih sayang dari Tuhan pencipta segala sesuatu."

Katakanlah kepada kekasihmu " aku mencintaimu karena aku mencintai Tuhanku, dan engkau adalah jalanku menuju kesempurnaanku sebagai kekasihmu, sebagai diriku sendiri dan sebagai milik Tuhanku"

hanya sebuah ujaranku

Friday, February 6, 2009

Yang tidak bisa disembunyikan saat berbohong...

Dalam psikologi ada istilah face validity dan gestur, bahwasanya reaksi fisik, ekspresi muka, mimik, bisa menjelaskan kondisi psikologis seseorang, atau apa yang sedang difikirkan, direspon, dialami dan segala macam yang berkenaan dengan psikologis

Tahukah bahwa orang berbohong selalu meninggalkan ciri khas pada ekspresi mukanya dan gerakan tubuhnya, adapun cirinya :
  1. Lubang hidung terlihat membesar
  2. Matanya selalu atau sering berubah arah pandangan misalkan mengarah kekiri atau kekanan atas dan tidak berani menatap lama
  3. Pupil mata terlihat besar
  4. Roman mukanya berubah semakin memerah atau pucat
  5. Nafasnya seperti tertahan
  6. Melakukan gerakan kecil yang tidak jelas dan selalu berulang ulang
Berarti jika demikian sebenarnya sikap berbohong itu tidak dapat disembunyikan karena wajah dan tubuh kita selalu bersikap jujur terhadap reaksi apapun.

Rahasia siang dan malam


Jika masa dan waktu itu konstanta seperti yang ada pada jam dinding, pernah tidak merasakan bahwa malam hari terasa lebih panjang dari pada siang hari, analisalah secara matematis sampai filsafat sekalipun maka jawabannya tetap sama bahwa malam hari lebih panjang dari pada siang hari sedangkan secara material bahwa hitungan siang dan malam sama-sama 12jam.

Jika malam lebih panjang dari pada siang lalu berada dimana selisih keduanya....

Jika kita bisa mengetahuinya, maka sebenarnya kita telah menemukan apa yang dikatakan lubang langit, atau posisi konsentrasi terdekat semesta kepada rahasia Tuhan.

Saya yakin Albert Einstein menyadari hal itu, apalagi para manusia agung atau para nabi jelas tidak akan melewatkan kesempatan itu ........???????

Dalam Jempol kita.....


Dalam jempol kita ada milyaran sel yang mempunyai ketahanan arus listrik 1/1000 volt, dan setiap 1 sel kemudian 1 molekul kemudian 1 atom dan ion terkoordinasi secara sempurna keseluruh bagian tubuh tanpa terkecuali, dan setiap 1 atom dan ion atau bila mungkin bisa dipecah lagi kesemuanya itu akan bertanggung jawab kepada penciptanya, lalu seandainya kita menyadari dan mengisinya setiap bagian terkecil itu dengan syukur dan cinta maka alangkah sempurnanya manusia itu.

Hanya cara memainkan saja.....

Sering kali orang-orang berfikir bahwa jazz adalah jenis musik tertinggi, atau apalah yang mengkotak kotakkan secara vertikal atau musik berskill tinggi atau sebaliknya.
Anggapan ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar.
Tidak ada perbedaan jika didalami secara filosofi yang ada hanya gayaatau cara memainkan saja.
Jadi jangan pernah berfikir jazz itu hanya untuk kalangan skill tinggi
Cukup biasakan mendengar, nikmati, dan rasakan....., ikuti ritmenya, jika sudah bisa menikmati berarti ada peluang 1000% untuk bisa memainkannya, tinggal learning by doing.....
simpel kan.....gitu aja kok repot, la wong yang repot gak gitu-gitu amat kok he..he..he..