
Semua yang diciptakan dan ada baik yang fisik, meta, apapun bentuk, entitas, identitas, materi, ruang, waktu dan segala macamya, mutlak disebut
Makhluk. Begitu pula cinta.....
Sebelum Tuhan menciptakan segala sesuatunya, Tuhan telah menciptakan cinta, wujudnya cinta kepada DiriNya sendiri..... (
kelanjutannya mungkin dilain pembicaraan)
Apapun manusia memaknai cinta, eksistensinya cinta adalah makhluk, tidak abadi.
Kebanyakan kita hanya mengenal cinta sebagai rasa, dan tidak memandang sebagai konsep makhluk yang berdiri sendiri.
Manusia memiliki eksistensi sendiri, begitu pula cinta dipandang dari kesamaan sebagai materi yang diciptakan. Jika mampu memahami secara dalam maka cinta akan membentuk sebuah lantaran, jalan menuju segala sesuatu yang kita inginkan, sampai kepada Tuhan itu sendiri.
Distorsi mengenai cinta hanya sebagai sebuah perasaan ataupun respon dari situasi dan kondisi psikologis tanpa disadari kita telah mengabaikan eksistensinya sebagai makhluk menjadi sebuah pelengkap saja karena manusia diberi rasa. Kemudian timbulah ketergantungan segala sesuatu kepada cinta, permainan perasaan dan berkutat pada itu-itu saja, tak ayal lagi cinta menjadi kiblat, alasan, bahan, bahkan menjadi berhala dalam keseharian.
Fenomenanya sekarang ini segala sesuatu tentang cinta menjadi populis, menjadi bahan yang sangat laris didunia ide dan realitas. bayangkan saja semua broadcast kecanduan judul cinta, ironisnya pemahamannya sempit sekali, semakin hari semakin mendasar, ketergantungan, bahkan menjadi taruhan hidup seperti halnya berhala, dan kemudian Visioning awal kembali kepada pencarian jati diri, kembali kepada Tuhan sudah menjadi barang unik
Sembari proses evaluasi kembali kita telah terdeviasi sangat jauh kearah cinta bukan kembali pada diri kita dan Tuhan,..........
Seharusnya cinta adalah jalan menuju eksistensi jati diri kita, kesempurnaan kemudian kembali kepada Tuhan sedangkan fenomena yang kita alami setiap harinya merupakan alur, jalan, thariq kepada asal
" Cinta adalah perbendaharaan Tuhan yang tersusun rapi dalam rumahNya, cinta adalah mata untuk melihat, memaknai segala sesuatu, Tuhan memberikan ruang kosong dalam hati manusia untuk menempatkan cinta dan dijaga dari segala sesuatunya, Nurani adalah tempatnya seperti sebuah pundi kaca yang sinarnya bukan dari kebendaan tetapi terwujud karena kasih sayang Nya. Cinta tidak memiliki keinginan, pamrih dan segala sesuatunya yang bersifat manusia, karena memang tugas cinta menjaga jalan menuju Tuhan. Maka jika manusia melakukan segala sesuatu, bergerak, menginginkan,bersama cinta dan kemudian mengembalikannya lagi pada diri sendiri kemudian kepada Tuhan, niscaya ia akan mendapatkannya, karena didalam cinta sudah mengandung ridho, kasih sayang dari Tuhan pencipta segala sesuatu."
Katakanlah kepada kekasihmu
" aku mencintaimu karena aku mencintai Tuhanku, dan engkau adalah jalanku menuju kesempurnaanku sebagai kekasihmu, sebagai diriku sendiri dan sebagai milik Tuhanku"
hanya sebuah ujaranku